Kata Bijak


Minggu, 30 Oktober 2011

Batik dan Angklung

BATIK
Pada tanggal 2 oktober2009 lalu ditetapkan sebagai hari Batik Nasional. UNSECO  telah menyatakan bahwa batik merupakan kerajinan tangan yang berasal asli Indonsisa. Dan sekarang masyarakat Indonesia bangga akan hal tersebut. Meskipun batik juga dapat ditemukan di negara lain, namun batik Indonsia masih memiliki karakter dan ciri khas tersendiri dalam motif dan kualitas serta cara pembuatanya. Dimana pada setiap motif corak gambar serta pewarnaannya batik Indonesia memiliki makna yang terkandung di dalamnya.  Sekarang batik mulai berfariasi. Hampir setiap provinsi memiliki batik mereka sendiri. Beberapa contohnya yaitu batik dari Pekalongan, Madura, Solo, Yogyakarta, Talungagung, Cirebon, Garut, dan batik Surabaya dengan motif legendanya yaitu sawunggaling dan juga daun semanggi, teratai, dan pola daun tulip.
Pada dasarnya batik merupakan sebuah struktur dari teknik dan pewarnaanya. Pakaian atau kain yang dapat dikatakan batik ialah jika pakaian atau kain tersebut pada saat proses penambahan warna dan corak yang digunakan menggunakan cairan “malam”. Proses batik itu sendiri dimulai dari penggambaran menggunakan cairan “malam”, pewarnaan, pencucian dan pembersihan. Pada umumnya, tekstil kerajinan batik tradisional berasal dari kepulauan Jawa. Kemunculan batik di Indonesia mengacu pada kerajaan  Majapahit dan kerajaan Islam di Jawa. Catatan dari keberadaan batik yang benar-benar terasa dan muncul mengacu pada kerajaan Mataram. Batik merupakan tradisi dari kerajaan dan beberapa tradisi lain yang ada di dalam kerajaan (keraton), yang kemudian membuat batik tertutup.  Namun seiring dengan berjalanan nya waktu, batik mulai berkembang dikalangan masyarakat.
Proses pembuatan batik
Langkah pertama dalam pembuatan batik ialah menggunakan cairan malam yang digambarkan diatas kain yang akan digambar. Alat yang digunakan dalam pembuatan batik dikenal dengan sebutan canting yang berbentuk seperti pena dengan pegangannya terbuat dari kayu serta wadah dan saluran berbentuk suling kecil yang berfungsi sebagai saluran keluarnya cairan malam tadi.
Sejarah dari batik di Indonesia berhubungan erat dengan perkembangan pemerintahan kerajaan Majapahit dan kerajaan sesudahnya. Dibeberapa catatatn, berkembangnya batik terutama berkaitan dengan kerajaan Mataram kemudian berkembang di Solo dan Yogyakarta.
Kesenian membatik ialah bagaimana cara penggambaran pada pakaian yang dulunya menjadi tradisi dari kerajaan-kerajaan di Indonesia. Pada awalnya, batik digunakan pada keluarga keraton dan digunakan oleh raja, kerluarga raja, dan para penasehat kerajaan. Dikarenakan banyak penasehat kerajaan yang tinggal diluar kerajaan, kemudian, batik di bawa dan diproduksi di tempat tinggal mereka sendiri.
Diperkembangannya, kesenian batik dikerjaan dan dibuat oleh orang-orang yang tingga dirumah dan dan mengerjakan batik hanya untuk mengisi waktu luangnya saja. Kemudian batik tidak sekedar menjadi sesuatu yang dimuliakan, lebih dari itu, batik menjadi baju tradisional yang sangat dicari oleh pria dan wanita.
Kain yang digunakan diwarnai dengan warna yang memang khas dan berasal dari tumbuh-tumbuhan yang berasal asli dari Indonesia, yaitu campuran dari mengkudu, soga, nila dan soda yang berasal dari abu dan garam yang dicampur.
Batik berkembang secara kuat di indonesia. Serta di Jepang pun batik berkembang terutama setelah delapan belas sampai sembilan belas abat. Pada abat keduapuluh batik mulai diproduksi dengan cara ditulis. Batik cetak muali populer setelah perang dunia pertama atau sekitar 1920han. Perkembangan batik tumbuh dan berkembang dengan cepat dengan dukungan industri tekstil dan kemampuan seni. Sekarang, batik menjadi pesona yang eksklusif. Pembuatan batik pun berkembang, tak hanya batik yang dilakukan dengan penggambaran seperti batik tulis, namun teknik membatik juga berkembang dengan cara mencetak dan menggunakan stempel.
Klasikal batik selalu memberikan karisma tersendiri pada penggunanya. Sekarang desainer fasion tidak takut lagi dalam menggabungkan motif batik pada busana-busana moden yang sangat cantik.
Dahulu batik hanya digunakan pada pakaian kerajaan, tapi sekarang kerajaan batik sangatlah atraktif, kreatif dan inofatif mengikuti perkembangan modern yang sedang berlangsung. Tak hanya motif bunga dan motif klasik sekarang batik berkembang pada motif hewan kotak, segitiga dan banyak motif kreasi lainnya. Warnanya pun juga nilai berfariasi  yang lebih modern dan dapat digunakan pada semua umur terutama kalangan masyarakat muda. Warna dan kreasi motif batik ini dipersembahkan pada semua khalayak dengan masih tetap memakai ciri khas Indonesia sendiri tanpa menghilangkan karakter Indonesia yang masih melekat. Modifikasi yang dilakukan mulai meluas, batik tak hanya terdapat pada pakaian, namun sekarang batik diaplikasikan pada sepatu, sendal, tas kecil, kalung, tas, celana, seprai, alas meja, hiasan kursi, tirai, topi, dompet, perabotan rumahtanngga dan aksesoris lainnya. Modifikasi ini semakin memberikan banyak pilihan pada masyarakat indoneisa terutama bagi kalangan muda untuk dapat menjadikan batik menjadi salah satu bagain dari kehidupan mereka.
Dengan ditetapkannya tanggal 2 oktober sebagai hari batik nasional, masyarakat indonseia semakin mencinati dan bangga akan batik. Hal tersebut dapat diliahat dengan pengaplikasian pemakaina batik pada hari-hari tertentu di semua kalangan, diadakannya pameran busana batik dan baru-baru ini dilaksanakannya pemilihan putra-putri batik indonesia. Upaya-upaya tersebut merupakan cara pengenalan batik yang lebih luas baik di indonsia, mapun di luar negri. Sehigga batik pun menjadi salah satu ciri khas indonesia dan tidak akan punah dimakan waktu.
Terdapatnya komersialisi batik merupakan salah satu cara pempromosian batik dan memberikan kontribusi kepada para mengrajin batik senhingga kerajianan tangan mereka dapat dinilai dan para pengrajin pun tetap melanjutkan usaha nya. Sehingga nantinya akan muncul pengrajin-pengrajin batu yang turun temurun tetap memproduksi batik.
Tak hanya itu, motif batik juga terdapat pada kesenian atau kerajinan wayang yang juga merupakan salah satu kesenian Indonesia. Dengan dibangunnya museum-museum batik  serta rumah-rumah batik maupun wayang dan tempat-tempat lain yang menyimpan kerajinan batik, merupakan salah satu upaya masyarakat Indonesia dalam mencintai batik itu sendiri.

Batik Pekalongan
Batik muncul di Pekalongan berkisar antara tahun 1800san. Berdasarkan sejarahnya, motif dari batik Pekalongan seperti motif pohon kecil yang ditemukan sekitar tahun 1802. Perkembangan signifikan terjadi setelah perang besar di tahun 1825 sampai 1830 pada saat kerajaan Mataram. Pertempuran antara keluarga kerajaan dan pengikutnya mengungsi keluar dari kerajaan. Mereka tersebar luas ke bagian barat dan kebagian selatan. Diantara pengikut keluarga tersebut mengembangkan batik dan sekarang dikenal sebagai batik Pekolangan. Interaksi antara masyarakat pekalongan dengan orang-orang yang berasal dari luar Pekolangan seperti dari Cina, Belanda, Arab, Malaysia dan Jepang memberikan kontribusi yang besar antara dinamika pewarnaan serta motif dari kesenian membatik. Gabungan dari beberapa motif baru batik tersebut dikenal dan diidentifikasikan sebagai batik Pekalongan. Motif tersebut dikenal dengan sebutan batik Jlamprang, yang merupakan pengaruh dari India dan Arab, batik Encim dan batik Klengenan yang merupakan pengaruh dari China. Batik Pagi Sore yang merupakan pengaruh dari Belanda dan batik Hokokai yang berkembang semenjak penduduk Jepang datang pada saat perang dunia ke dua. Batik Pekalongan menjadi spesial karena didukung dengan ratusan usaha-usaha kecil dibandingkan dengan perusahaan besar. Dari akhir dekade sampai sekarang, pemproduksi batik Pekalongan yang terbesar ialah berasal dari pabrik produksi rumahan. Konsekuensi dari batik Pekalongan berkembang secara pesat dengan kehidupan masyarakat Pekalongan. Selama hari-hari yang susah batik pekalongan menjadi ikon dari perkembangan batik Indonesia yang tidak memerikan dampak perkembangan yang naik pada saat itu. Saat ini batik menjadi kehidupan sehari-hari dari masyarakat Pekalongan dan menjadi salah datu produksi primer dari Indonesia. Pekalongan sekarang dikenal sebagai kota batik yang nama pendeknya memberikan akar tradisi yang panjang di Pekalongan.
Batik Cirebon
Secara umum, batik Cirebon menjadi anggota dari batik Pesisiran walaupun beberapa dari mereka mengganggap sebagai batik Keraton karena kelompok Cirebon terdiri dari dua tempat yaitu Keraton Kesepuhan dan Keraton Kanoman. Berdasarkan sejarahnya, beberapa desain klasik dari batik cirebon seperti Mega Mendung, Paksinaga Liman, Patran Keris, Singa Barong, Banjar Balong, Ayam Alas dibuat di kedua tempat tersebut. Poin terpenting dari pembuatan batik Cirebon ialah karakter spesial yang penggabungan batik yang berasal dari tempat lain, seperti desain klasik batik Cirebon yang selalu tergabung dalam motif Wadasan di sebagian kecilnya. Disamping itu ada beberapa elemen yang ditampilkan sebagain kecilnya yang digabungkan dengan motif utama. Desain klasik dan tradisional dari batik Cirebon selalu dilatarbelakangi dengan warna yang mencolok digabungkan dengan warna dari motif utamanya. Permukaannya biasanya bersih dari kebocoran atau kelebihan warna karena penggunaan lilin yang berantakan. Lapisan dari batik Cirebon menggunakan satu garis tipis dengan garisnya kuran lebih 0.5 milimeter pewarnaan dengan warna pekat kemudian diberi warna permukaan. Kesimpulan utama dari batik cirebon terletak pada penggunaan kayu yang terdapat pada spesial canting.

Batik Yogyakarta
Untuk orang di Yogyakarta, pada setiap lembaran dari baju batik memiliki bimbingan tersendiri yang tertinggal serta terdapat aturan untuk menjadi seseorang. Semua pillosofinya dapat dilihat dari motif, warna, dan ornamen yang di aplikasikan pada batik jogjakarta. Nilai yang mendorong masyarakat di jogjakarta dan membawanya di sepanjang bimbingan aturan hidup pada kehidupan sosial mereka. Masyarakat dari Yogjakarta seperti yang diketahui mereka masih beracukan pada kebudayaan Jepang pada bimbingan hidupnya. Penggunaan keraton sebagai pusat pemerintahan yang masih berpengaruh pada kehidupan mereka. Bagaimana masyarakat seharusnya mengikuti perintah raja. Di kehidupan sosial pada contohnya batik dapat dilihat pada bagaimana sosialisasi dan membantu satu sama lain. pengaruhnya terhadap motif agama pada contohnya. Batik sebagai kerajinan tangan yang memiliki banyak kemuliaan. Motif batik jogjakarta diantaranya dikenal dengan Kawung Ceplok, Parang Rusak, Semen, Truntum, dan Sido . Pada motif tersebut merupakan simbolis dari dekorasi relatif filisifi jawa yang masih dipakai, seperti simbol gunung Meru atau lahan yang dikenal tanah. Ornamen api disimbolkan dengan simbol yang disebut dengan Agni, motif ular atau dragon merupakan simbol dari air atau banyu yang dikenal dengan Tirta, motif burung yang merupakan simbol dari udara atau Maruta, elang atau garuda merupakan simbol dari ketinggian dan sebagainya. Dari batik banyak implementasi hidup dan nilai nilai yan gdapat digunakan. Bagaimana manusia bertumbuh dewasa seharusnya memiliki dan bagaimana mereka nyaman dengan kehidupan mereka sendiri yang seimbang dengan kebahagiaan.

Batik Madura
Pesona batik tidak akan pernah habis dimakan waktu. Peniggalan asli dari Indonesia yang satu ini sangat unik dan menjadi salah satu busana formal dan tradsi formal di Indonesia. Salah satu dari beberapa batik di Indonesa adalah batik Madura, yang merupakan bagian dari batik dengan motif dan warnanya berkaitan erat dengan karakter dari Madura yang selalu menggambarkan kebebasan melalui desain batiknya yang kering. Batik madura sangat unik pada saat pewarnaan dan pemilihan karakternya.  Warna tersebut diambil dari warna alami yang dikenal dengan soga alam, yang biasanya berasal dari kayu dan daun. Warna merah biasanya diambil dari mengudu dan tingi, warna biru berasal dari campuran tarum dan warna hijau berasal dadri kulit mengkudu dan alum. Cahaya atau kepekatan warnanya diatur pada waktu kain basah. Batik Madura dikenal sebagai batik Gentongan karena memerlukan tempat yang besar dan waktu yang lama dalam proses pembasahan. Hal tersebut mengambil prosses yang lama dalam membuat jenis dari batik tersebut, dimulai dari pembahasan material ke dalam wadah besar dicampur dengan air dan minyak dempel serta beberapa abu yang diambil dari bumi. Proses pembasahan ini memakan waktu selama seminggu sampai lima bulan dan kemudian baru dibersihkan dan di keringkan. Langkah selanjutnya yaitu proses menggunakan bubuk sagu dimulai dengan motif yang di tempel dengan lilin malam sebelum proses perwarnaan. Proses pewarnaan paling banyak dilakukan selama dua kali. Proses selanjutnya membuang lilin dengan menggunakan meterial yang ada. Proses terakhir ialah proses pengeringan yang menggunakan pengeringan melalui cahaya matahari.

Batik Tulis Jambi
Batik tulis Jambi memiliki ciri khas tersendiri, baik dari segi pewarnaan maupun motif. Pewarnaan batiknya diambil dari bahan-bahan alami yaitu campuran beraneka ragam kayu dan tumbuh-tumbuhan yang terdapat di Jambi. Selain bahan pewarnaanya, batik tulis Jambi juga kaya dengan beraneka motif dan warna-warna cerah sebagai simbol keceriaan dan keringanan masyarakat Jambi. Tercatat lebih dari 13 motif batik tulis Jambi yang bisa dijumpai di pasaran. Sebelum krisis ekonomi menimpa Indonesia, sentra batik tulis berkembang cukup baik di Jambi. Namun, setelah krisis melanda, sentra-sentra tersebut banyak yang gulung tikar.






Angklung
            Angklung merupakan instrumen musik yang terbuat dari dua batang bambu dengan pegangan nya yang juga terbuat dari batang bambu. Dua pipa bambu yang digunakan memiliki gema yang mengalir ketika mereka berbenturan satu sama lain. pada masing-masing dua batang bambu tersebut memiliki bunyi satu oktaf. Pegangan yang dibuat pada angklung memudahkan untuk menguncang angklung dari satu sisi ke sisi lain sehingga mengeluarkan gema yang berasal dari dua pipa bambu tadi.
Catatan mengenai angklung baru muncul merujuk pada masa Kerajaan Sunda (abad ke-12 sampai abad ke-16). Asal usul terciptanya musik bambu, seperti angklung berdasarkan pandangan hidup masyarakat Sunda yang agraris dengan sumber kehidupan dari padi (pare) sebagai makanan pokoknya. Hal ini melahirkan mitos kepercayaan terhadap Nyai Sri Pohaci sebagai lambang Dewi Padi pemberi kehidupan (hirup-hurip). Masyarakat Baduy, yang dianggap sebagai sisa-sisa masyarakat Sunda asli, menerapkan angklung sebagai bagian dari ritual mengawali penanaman padi. Permainan angklung gubrag di JasingaBogor, adalah salah satu yang masih hidup sejak lebih dari 400 tahun lampau. Kemunculannya berawal dari ritus padi. Angklung diciptakan dan dimainkan untuk memikat Dewi Sri turun ke bumi agar tanaman padi rakyat tumbuh subur.
Dikenal oleh masyarakat sunda sejak masa kerajaan Sunda, di antaranya sebagai penggugah semangat dalam pertempuran. Fungsi angklung sebagai pemompa semangat rakyat masih terus terasa sampai pada masa penjajahan, itu sebabnya pemerintah Hindia Belanda sempat melarang masyarakat menggunakan angklung, pelarangan itu sempat membuat popularitas angklung menurun dan hanya di mainkan oleh anak- anak pada waktu itu.
Selanjutnya lagu-lagu persembahan terhadap Dewi Sri tersebut disertai dengan pengiring bunyi tabuh yang terbuat dari batang-batang bambu yang dikemas sederhana yang kemudian lahirlah struktur alat musik bambu yang kita kenal sekarang bernama angklung. Demikian pula pada saat pesta panen dan seren taun dipersembahkan permainan angklung. Terutama pada penyajian Angklung yang berkaitan dengan upacara padi, kesenian ini menjadi sebuah pertunjukan yang sifatnya arak-arakan atau helaran, bahkan di sebagian tempat menjadi iring-iringan Rengkong dan Dongdang serta Jampana (usungan pangan) dan sebagainya.
Dalam perkembangannya, angklung berkembang dan menyebar ke seantero Jawa, lalu ke Kalimantan dan Sumatera. Pada 1908 tercatat sebuah misi kebudayaan dari Indonesia ke Thailand, antara lain ditandai penyerahan angklung, lalu permainan musik bambu ini pun sempat menyebar di sana.
Bahkan, sejak 1966Udjo Ngalagena —tokoh angklung di Indonesia yang mengembangkan teknik permainan berdasarkan laras-laras pelog, salendro, dan madenda, mulai mengajarkan bagaimana bermain angklung kepada banyak orang dari berbagai komunitas sampai pembuatan angklung serta kesinian Jawa lainnya.
Angklung mulai terdaftar sebagai Karya Agung Warisan Budaya Lisan dan Non Bendawi Manusia milik Indonesia  sejak November 2010 yang ditetapkan oleh UNESCO.





Tidak ada komentar:

Posting Komentar