Kata Bijak


Rabu, 09 Mei 2012

waktu itu, 26/03/12


mungkin karna ketidak tahuan ku yang membunuh ku di tempat ini...
bisu... tuli..  dan buta.... seolah seluruh panca indra ku tak bekerja di tempat ini.
temasuk otak ku yang telah mabuk dan tak sadar karna semua tumpukan beban fikiran tak jelas.
dia yang tak ku sukai,, dan tak ada sedikit pun ingin aku benci pada nya..
dengan tampang kemunafikan bembuar semua kata kata yang bagi ku tak penting untuk ku dengar.
mungkin dia tau, atau pun dia sekedar cukup tau sehingga bisa menyeimbangi pembicaraan itu.
ukir ku hanya pada tulisan ini.. karna aku lelah dengan tempat ini.
lambung ku ikut meraung kesakitan, karna kekosongan ruangan sehingga tak ada satu pun yang bisa di olah.
sampai kapan aku harus seperti ini,
kalimat itu hanya sebuah rangkaian kata-kata yang hanya bisa menelusuri lika liku bentuk otak ku.
ingin ku tuk lebih sedikit mencoba tuk memperbaiki diri.
mencoba tuk lebih menikmati semua keputusan yang terlanjur membuat ku ada di tempat ini.
haha,, tawa jengkel menemani ku..
telah hampir dua bulan aku masih seperti ini.
terpuruk dalam ketidak mampuan ku menerima keadaan...
ditambah lagi semua pikiran-pikiran tak jelas yang semakin membuat otak ku berat.
ku lihat benda petak itu sendang menyiarkan sebuah pertandingan bola..
bandung-samarinda..
teringat dia, orang yang ku sayangi,,
yang selalu menatap pertandingan benda bundar itu dan mendukung daerah bandung...
senyum munafik keluar dari wajah ku kepada setiap orang yang mencoba menertawai keterpurukan ku..
beberapa kalimat keluar dari mereka yang mencoba memberikan penguatan pada kerapuhan ini..
heh,, keangkuhan ku mulai bermain pada adegan kehidupan ini..
buat apa hanya membual segudang rencana yang bagi ku untuk saat ini hanya non sen..
ya,, mungkin mereka akan melakukan apa yang mereka ungkap kan...
ya,, mungkin juga sama dengan ku, kemunafikan belaka,,,
iya apa...???

Tidak ada komentar:

Posting Komentar